Law of Attraction

Semangat Senin Pagi Sobat-Motty… Mumpung masih senggang, gimana kalau Motty sharing tentang LAW OF ATTRACTION?! ☺

1) LAW OF ATTRACTION (LoA) adalah hukum yang menarik sekali. LoA mulai dikenal ke seluruh dunia saat buku “The Secret” keluar

2) LoA mengatakan bahwa kita adalah MAGNET hidup yang menarik segala sesuatu yang “sama” dengan PIKIRAN DOMINAN kita

3) Kita “menarik” orang², situasi, keberuntungan, ketidakberuntungan, segalanya. Hanya dengan PIKIRAN DOMINAN kita

4) LoA bisa menjelaskan, apa yang terjadi di kehidupan, bisnis, pekerjaan, keluarga, adalah buah dari PIKIRAN kita sendiri

5) Semua yang ada dalam kehidupan kita sekarang, telah kita “tarik” ke diri kita, karena CARA BERPIKIR kita

6) Coba sejenak lihat apa saja yang ada dalam hidup kita. Semua yang baik, yang kurang baik, apapun itu, kitalah sendiri yang “menariknya”

7) Banyakkah hal² yang kurang baik dalam kehidupan kita?? Mau tau gimana cara mengubahnya?? Mau? Mau? Mau?

8) Yup, semua yang ada dalam hidup kita bisa kita ubah menjadi jauuuuuh lebih BAIK. Dengan apa? Dengan mengubah CARA BERPIKIR

9) Misalnya: Seseorang yang selalu berpikir akan KESUKSESAN FINANSIAL & sangat² menginginkannya, ia menciptakan ENERGI POSITIF

10) ENERGI itu akan “menarik” Orang², ide², kesempatan², yang akan membantu mewujudkan KESUKSESAN FINANSIAL tersebut

11) Ini berlaku juga terhadap kesuksesan yang lain.. Keluarga, kesehatan, agama, sosial, pekerjaan, spiritual. Semuanya ☺

12) Lihatlah hal² BAIK yang ada dalam kehidupan kita.. Ucapkanlah SELAMAT kepada diri anda karena telah “menariknya” ke hidup anda

13) Sementara untuk hal² yang kurang baik? Mereka ada karena cara BERPIKIR kita yang kurang baik. Anda mau mengubahnya? ☺

14) Ambil tanggung jawab penuh atas hal² yang akan anda dapatkan dan mulailah BERPIKIR akan hal² yg baik!

15) Dgn BERPIKIR POSITIF, maka kita akan menarik hal² POSITIF ke dalam hidup kita. Yuuk mariii ☺ ☺

Demikian sharing tentang LAW OF ATTRACTION. Yang tempo hari di rekues oleh salah satu Sobat-Motty (lupa namanya ☺ ☺). Semoga bermanfaat

 

@MotivaTweet

Sepenggal Kisah Android

Guys, apa kabar.

Kiranya sekarang sudah banyak yang mendengar tentang android dan boomingnya.
Dalam tulisan iseng ini, saya mau berbagi cerita tentang awal mulanya android kenapa bisa muncul, sudah sampai mana dan mau kemana.
Tulisan ini sebagian pernah saya ceritakan sebagai bagian presentasi dalam gathering id-android yg entah ke berapa kali, dan sedikit dalam peluncuran Dell Streak.
Kiranya bermanfaat buat android lover dan gadgeters lainnya, untuk melihat semangat yang dikandung android di dalamnya.

Suatu ketika Google, raksasa search engine, membeli Android inc, yang dipimpin Andy Rubin.
Setelah dibeli, Google mengangkat Andy Rubin sebagai Vice President of Engineering urusan android, Google menyadari, Andy Rubin yang berkutat di android adalah orang yang paling mengerti tentang android, orang ini tetap harus memimpin.

(Bandingkan dengan kisah Steve Jobs di Apple inc, dia yang membuat Apple, dia memberi rohnya, saat membesarkan Apple, eh dia bisa disingkirkan dari Apple sampai harus membuat Next computer, dan akhirnya kembali ke Apple menghasilkan kejayaan)

Saat itu digelar meeting, untuk mendengarkan visi dan misi dari Android yang dibawakan oleh Andy Rubin.
Hadir disana adalah VP Engineering Google, Vic Gundotra.

Ketika meeting baru mulai dan Andy siap memaparkan apa itu android, Vic langsung menyela dengan skeptis, dengan pertanyaan:
“Andy, apa dunia ini benar masih butuh mobile operating system lain?”
Usaha Google adalah di mesin pencari dan iklan, dan mesin pencari Google sudah ada di setiap smartphone.

Saat itu di dunia sudah ada banyak operating system, ada Windows Mobile, ada Blackberry, ada Symbian , dan ada rajanya smartphone, Apple dengan iPhone or iOS nya, belum lagi operating system kecil lain .

Dan Andy menjelaskan demikian, ada 2 point utama kenapa android harus dibuat.
Read more »

Ketika Google Bermain Cantik

Guys,
Gempita Worls Cup, baru saja usai.
Segala Strategi, kemahiran dicurahkan disana.

Mungkin permainan cantik bukan hanya di World Cup, bisa saja di dunia gadgets.

So ini tulisan saya yg sedianya menjadi kado untuk Ultah Gadtorade ke 9, 2 hari yg lalu :-)

It may will be long story, di ketik diatas touchscreen nya Nexus One, semoga setelah baca, membuat lapar dan makan siang semakin lahap :-)

Hope you entertained.
———-

Ketika Google bermain cantik.

Sekarang kita baru memasuki pertengahan tahun ke-2 dari 2010, rasanya buat yang ngikutin gonjang-ganjing di dunia gadgets agak sedikit shock.
Betapa cepat lompatan smartphone dibuat di tahun ini.

Akhir Desember 2009 tahun kemarin kita sempat ramai ketika beredar rumor Google membuat sebuah smartphone, Nexus One, dan menjadi kenyataan pada Januari 2010 ketika handset tersebut dilepas ke pasaran, dan disebut superphone.
Tak ayal langsung Nexus One ini digadang-gadang untuk bertanding dengan iPhone, sang penguasa smartphone.

Sedikit kembali ke akhir tahun 2009, Motorola Droid menghentak Amerika, mengguncang dominasi iPhone, bahkan merebut number one gadget of the year, yang biasanya dipegang iPhone,dan belum reda goyangan terhadap dominasi iPhone, muncul Nexus One yang spesifikasi handset nya termasuk gila-gilaan disaat itu.

Maka mulailah terdengar kata-kata dari Oom Steve Jobs, penguasa Apple, dengan nada tinggi dia berkata, “..kita tidak masuk ke sektor mesin pencari, kenapa sekarang mereka (Google), masuk ke sektor kita dengan membuat smartphone?..!
Read more »

Why he Left BB and move on to Android

Ini ngga ngeracun, ngga ngajak move on, just simply cerita kenapa saya ninggalin BB.

Apakah BB ngga bagus?
“Tidak, BB sangat bagus..”

Apakah BB tidak keren?
“BB sangat keren, makanya semua orang mau memilikinya, bahkan yang tidak mampu beli yg asli, beli replikanya”

Apakah BB tidak canggih?
“BB sangat canggih, servernya hebat… berkembangnya pesat”

Apakah BB tidak bermanfaat?
“Sangat bermanfaat, dipakai kerja sangat membantu..”

Lebih dari itu BB memperkenalkan kepada masyarakat kita dunia lain, yaitu email, internet, chatting dan social networking. Better than iklan internet masuk desa.

Kalau ada penghargaan dari negara untuk orang-orang yang membuat kemajuan bagi negara, saya mengusulkan BB dimasukkan di dalamnya, BB memberikan bukti nyata kepada masyarakat ada teknologi maju yang harus kita ikuti dan kuasai dan kejar.

Apakah saya a BB lover?
“Yup, sebelum mata terpejam, BB adalah benda terakhir yang saya pegang, waktu mata terbuka di pagi hari, BB benda yang saya pegang pertama kali untuk lihat ada berita atau kabar apa dari teman-teman.”

Nah loo… so kenapa move on?
Read more »

How To Nap

FOR YEARS, NAPS have gotten a bad rap, derided as a sign of laziness, weakness, or senility. We are “caught” napping or “found asleep at the switch.”

But lately napping has garnered new respect, thanks to solid scientific evidence that midday dozing benefits both mental acuity and overall health. A slew of new studies have shown that naps boost alertness, creativity, mood, and productivity in the later hours of the day.

A nap of 60 minutes improves alertness for up to 10 hours. Research on pilots shows that a 26-minute “NASA” nap in flight (while the plane is manned by a copilot) enhanced performance by 34 percent and overall alertness by 54 percent. One Harvard study published this year showed that a 45-minute nap improves learning and memory.

The body benefits, too. Napping reduces stress and lowers the risk of heart attack and stroke, diabetes, and excessive weight gain. Naps make you smarter, healthier, safer. But to understand how you can nap best – when, for how long, to what end – you need to understand your body.

BORN TO NAP
Most mammals sleep for short periods throughout the day. We have consolidated sleep into one long period, but the biological vestige remains. Our bodies are programmed for two periods of intense sleepiness: in the early morning, from about 2 to 4 am, and in the afternoon, between 1 and 3 p.m. This midday wave of drowsiness is not due to heat or too many fries at lunch (it occurs even if we skip eating). Rather, it arises from an afternoon quiescent phase in our physiology, which diminishes our reaction time, memory, coordination, mood, and alertness.

Most mammals sleep for short periods throughout the day

Most mammals sleep for short periods throughout the day

ARE YOU A LARK OR AN OWL?
To determine the best time to nap, it helps to know your “chronotype.” What time you would get up and go to sleep if you were entirely free to plan your day? If you’re a lark, apt to wake as early as 6 a.m. and go to sleep around 9 or 10 p.m., you’re going to feel your nap need around lor 1:30 p.m. If you’re an owl, preferring to go to bed alter midnight or 1 a.m., and to wake around 8 or 9 a.m., your afternoon “sleep gate” will open later, closer to 2:30 or 3 pm.

Are you a lark or an owl?

Are you a lark or an owl?

Read more »

Vision Statement

It is because the world is so full of suffering,
that your happiness is a gift.

It is because the world is so full of poverty,
that your wealth is a gift.

It is because the world is so unfriendly,
that your smile is a gift.

It is because the world is so full of war,
that your peace of mind is a gift.

It is because the world is in such despair,
that your hope and optimism is a gift.

It is because the world is so afraid,
that your love is a gift.

Robert Holden

Mars and Venus 2.0

WAKEEE UPPPPP!!

WAKEEE UPPPPP!!

brushing teeth, washing face (zzZZzzZZ)

brushing teeth, washing face (zzZZzzZZ)

toner, moisturizer (zzZZZzzZZ)

toner, moisturizer (zzZZZzzZZ)

facial, sunblock (zzZZZzzZZ)

facial, sunblock (zzZZZzzZZ)

choosing, re-choosing, changing, re-changing (zzZZzz)

choosing, re-choosing, changing, re-changing (zzZZzz)

Read more »

Mars and Venus

women are equipped with far more finely tuned sensory skills than men

women are equipped with far more finely tuned sensory skills than men

Neuropsychologist Professor Ruben Gur of the University of Pennsylvania used brain scan tests to show that when a man’s brain is in a resting state, at least 70% of its electrical activity is shut down. Scans of women’s brains showed 90% activity during the same state, confirming that women are constantly receiving and analysing information from their environment

The Eyes Have It
The eye is an extension of the brain that sits outside the skull. The retina at the back of the eyeball contains about 130 million rod-shaped cells called photoreceptors to deal with black and white, and seven million cone-shaped cells to handle colour. The X chromosome provides these colour cells. Women have two X chromosomes which gives them a greater variety of cones than men and this difference is noticeable in how women describe colours in greater detail. A man will use basic colour descriptions like red, blue and green, but a woman will talk of bone, aqua, teal, mauve and apple green.

Eyes in the Back of her Head?
Well, not quite, but close. Women not only have a greater variety of cones in the retina, they also have wider peripheral vision than men. As a nest-defender, a woman has brain software that allows her to receive an arc of at least 45° clear vision to each side of her head and above and below her nose. Many women’s peripheral vision is effective up to almost 180°. A man’s eyes are larger than a woman’s and his brain configures them for a type of long-distance tunnel vision which means that he can see clearly and accurately directly in front of him and over greater distances, almost like a pair of binoculars.

As a hunter, a man needed vision that would allow him to zero in on, and pursue, targets in the distance. He evolved with almost blinkered vision so that he would not be distracted from targets, whereas a woman needed eyes to allow a wide arc of vision so that she could monitor any predators sneaking up on the nest. This is why modern men can find their way effortlessly to a distant pub, but can never find things in fridges, cupboards and drawers.

The Slippery Case of the Missing Butter
Every woman in the world has had the following conversation with a male who is standing in front of an open fridge.

David: ‘Where’s the butter?’
Jan: ‘It’s in the fridge. ‘
David: ‘I’m looking there, but I can’t see any butter. ‘
Jan: ‘Well it’s there. I put it in ten minutes ago!’
David: ‘No. You must have put it somewhere else. There’s definitely no butter in this fridge!’

Read more »

Krisis Keuangan di Amerika. Tanya Kenapa?

Artikel yang sangat mudah dipahami tentang krisis di amerika. Kenapa hal itu sampai bisa terjadi?


“Kalau Langit Masih Kurang Tinggi”
Oleh: Dahlan Iskan (Owner Jawa Post Group – Jurnalis)

Meski saya bukan ekonom, banyak pembaca tetap minta saya “menceritakan” secara awam mengenai hebatnya krisis keuangan di AS saat ini. Seperti juga, banyak pembaca tetap bertanya tentang sakit liver, meski mereka tahu saya bukan dokter.

Saya coba:
Semua perusahaan yang sudah go public lebih dituntut untuk terus berkembang di semua sektor. Terutama labanya. Kalau bisa, laba sebuah perusahaan publik terus meningkat sampai 20 persen setiap tahun. Soal caranya bagaimana, itu urusan kita para CEO dan direkturnya.

Pemilik perusahaan itu (para pemilik saham) biasanya sudah tidak mau tahu lagi apa dan bagaimana perusahaan tersebut dijalankan. Yang mereka mau tahu adalah dua hal yang terpenting saja: harga sahamnya harus terus naik dan labanya harus terus meningkat.

Perusahaan publik di AS biasanya dimiliki ribuan atau ratusan ribu orang, sehingga mereka tidak peduli lagi dengan tetek-bengek perusahaan mereka.

Mengapa mereka menginginkan harga saham harus terus naik? Agar kalau para pemilik saham itu ingin menjual saham, bisa dapat harga lebih tinggi dibanding waktu mereka beli dulu: untung.

Mengapa laba juga harus terus naik? Agar, kalau mereka tidak ingin jual saham, setiap tahun mereka bisa dapat pembagian laba (dividen) yang kian banyak.

Soal cara bagaimana agar keinginan dua hal itu bisa terlaksana dengan baik, terserah pada CEO-nya. Mau pakai cara kucing hitam atau cara kucing putih, terserah saja. Sudah ada hukum yang mengawasi cara kerja para CEO tersebut: hukum perusahaan, hukum pasar modal, hukum pajak, hukum perburuhan, dan seterusnya.

Apakah para CEO yang harus selalu memikirkan dua hal itu merasa tertekan dan stress setiap hari? Bukankah sebuah perusahaan kadang bisa untung, tapi kadang bisa rugi?

Read more »

Ada apa ini.. Krisis lagi?

Indonesia krisis kita jadi korban, Amerika yang krisis kita jadi korban lagi. Masa jadi korban terus, kapan dong jadi jagoan?

Karena bukan ahli ekonomi, seperti ibu Sri Mulyani, atau ibu Miranda Goeltom, menurut pendapat saya yg tentu saja sangat awam (-dan gak pernah lolos masuk tes BI tentunya), bahwasannya semua ini adalah hasil mekanisme supply-and-demand. Hukum permintaan dan penawaran.

Jangan melihat USD itu sebagai mata uang Amerika saja, USD itu sudah menjadi komoditi international. Yang pakai USD untuk transaksi cukup banyak. Sekarang ketika Amerika krisis, para pengusaha lokal akan butuh uang USD untuk transaksi importnya, sementara pemasukan USD berkurang drastis karena menurunnya ekspor. Jadi permintaan menjadi lebih besar daripada penawaran.

Read more »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.