Archive for the ‘Inspiring’ Category
Kupu-kupu
Seorang anak sedang bermain dan menemukan kepompong kupu-kupu di sebuah dahan yang rendah. Diambilnya kepompong tersebut dan tampak ada lubang kecil di sana. Dia tertegun mengamati lubang kecil itu karena terlihat ada seekor kupu-kupu yang sedang berjuang untuk keluar membebaskan diri melalui lubang tersebut. Lalu, tampaknya kupu-kupu itu berhenti mencoba, dia kelihatan sudah berusaha semampunya dan tampak sia-sia untuk keluar melalui lubang kecil di ujung kepompongnya.
Melihat fenomena itu si anak menjadi iba dan mengambil keputusan untuk membantu si kupu-kupu untuk keluar dari kepompongnya. Dia pun mengambil gunting, lalu mulai membuka badan kepompong dengan guntingnya agar sang kupu-kupu bisa keluar dan terbang dengan leluasa.
Paman yang Baik
Pada zaman dahulu kala hiduplah seorang duda dengan tiga orang anak yang sudah menginjak dewasa. Duda itu terbilang cukup kaya di desanya. Ia memiliki rumah, tanah, dan 19 ekor kerbau. Suatu saat duda tersebut mengalami sakit keras, bahkan tipis harapan untuk sembuh. Merasa ajalnya sudah dekat, sang duda memanggil ketiga anaknya untuk diberi wasiat berupa pembagian harta warisan, terutama kesembilan belas kerbaunya.
Kepada anak sulung, sang ayah berpesan bahwa dia akan memperoleh ½ (setengah) dari kerbaunya. Sedangkan anak yang kedua akan memperoleh ¼ (seperempat) dari jumlah kerbau, dan anak bungsu akan memperoleh 1/5 (seperlima) dari jumlah kerbau yang duda itu miliki. Tak lama kemudian, duda itu pun meninggal.
Read more »
What is your focus?
Di suatu desa ada seorang raksasa yang kebiasaanya adalah menakuti dan menculik anak-anak kecil. Seluruh penduduk desa sangat takut dengannya, tetapi apa daya mereka tidak berani menghadapi raksasa yang sangat besar dan kejam ini. Suatu ketika, datanglah seorang anak muda dari desa lain yang mengunjungi rumah saudaranya di desa tersebut. Perlu anda ketahui bahwa sang anak muda memiliki tubuh yang kurus, kecil, dan terlihat tidak memiliki cukup kekuatan. Ketika mengetahui cerita tentang raksasa jahat, sang anak muda tadi langsung berkata, “Mengapa kalian tidak membunuh raksasa itu?” Dengan mimik ketakutan, saudaranya menjawab, “Bagaimana kami bisa membunuhnya, ia terlalu besar untuk dipukuli.” Dengan senyum percaya diri anak muda tadi langsung menimpali, “Tidak saudaraku, ia bukan terlalu besar untuk dipukul, tetapi ia terlalu besar untuk lolos dari pukulan kita!” The rest is history, sang anak muda dapat mengalahkan raksasa tersebut hanya dengan bermodalkan sebuah ketapel dan beberapa butir batu.
Watch Out Your Thought!
Dalam dunia kedokteran, diyakini bahwa kekuatan keyakinan dapat mengalahkan dampak obat-obatan terhadap kondisi tubuh seorang pasien. Sementara banyak orang terlalu yakin bahwa obatlah yang menjadi penyembuh penyakit, ilmu dalam dunia kedokteran menemukan dampak hebat dari kekuatan keyakinan pada diri pasien. Dr. Henry Beecher, seorang peneliti di Harvard University mengadakan riset intensif yang pada akhirnya menyimpulkan bahwa keyakinan memiliki dampak yang jauh lebih hebat daripada ramuan kimia obat itu sendiri.
How High Can You Jump
Dalam suatu percobaan, dimasukkanlah seekor kutu ke dalam sebuat toples. Pada awalnya, kutu tersebut berusaha melompat keluar sekuat tenaga, setinggi dan sesering mungkin. Setelah keluar dari toples, peneliti memasukkannya kembali ke dalam toples yang tertutup. Kutu tetap berusaha melompat keluar dari toples, namun apa daya setiap upayanya selalu terbentur tutup toples. Semakin sering ia mencoba melompat keluar semakin sering ia membentur tutup toples; semakin kuat lompatannya semakin terasa sakit kepalanya, dan pada akhirnya semakin kuat pula keyakinan sang kutu bahwa ia tidak akan bisa keluar.
Lubang Bekas Paku
SEORANG ayah pernah menasehati anak laki-lakinya yang suka marah-marah dan bete dengan orang lain. Lalu, anak laki-lakinya tersebut diajak ke kandang kudanya yang ada di sebelah rumah. Setibanya di tepi kandang kuda, ayahnya mengatakan, “Anakku, jika engkau marah maka tanamkan sebatang paku ke pagar ini. Semakin engkau marah, engkau pukul paku itu keras-keras. Begitu seterusnya.” Sejak saat itu, jika sang anak marah kepada siapa pun, dia selalu memukul sebatang paku pada pagar kandang kudanya, dan dia sangat senang mampu melakukan hal itu. Sebulan kemudian, dengan bangga si anak menunjukkan kepada orangtuanya bahwa paku-paku yang ditanamkan pada pagar kandang kudanya sudah semakin banyak. Lalu, si ayah kemudian mengatakan, “Nah, sekarang kalau kau bisa menahan marah dan tidak jadi marah, bahkan bisa meminta maaf kepada orang lain, cabut paku-paku tersebut satu per satu. Begitu seterusnya!” Menerima tantangan tersebut, dengan mantap si anak mengatakan, “Oke!”, tanpa tahu apa maksud yang diberikan ayahnya tersebut.
Matahari Dan Angin
ADA sebuah cerita dari Timur yang mengisahkan percekcokan antara Matahari dan Angin Bahorok. Mereka selalu merasa dirinya yang paling berpengaruh terhadap makhluk ciptaan lainnya. Ibarat perang dingin antara dua kekuatan yang tidak kunjung berhenti, setiap hari mereka selalu ribut dan saling menonjolkan diri. Melihat keadaan yang semakin tidak kondusif, datanglah Bulan yang mencoba menyelesaikan permasalah mereka. Karena selalu ingin menang maka dibuatlah pertandingan antara Matahari dan Angin Bahorok dengan taruhan, barangsiapa yang memengaruhi seorang musafir di bawah sana untuk membuka baju, dialah yang menang. Selanjutnya, yang kalah harus menjauh dari daerah tersebut.
Pada saatnya bertanding, setelah diundi terlebih dahulu maka yang mendapat giliran pertama adalah Angin Bahorok. Seorang musafir terlihat sedang berteduh di dekat sebuah oase, mulailah Angin Bahorok bereaksi untuk memenangkan pertandingan dengan cara memengaruhi sang musafir agar membuka bajunya. Ketika Angin Bahorok bertiup, sang musafir mulai menyilangkan tangannya. Semakin keras dia beritup, semakin keras pula sang musafir merapatkan pakaiannya. Akhirnya, dengan kesal, Angin Bahorok meniupkan badai. Sang musafir justru semakin membungkuk dan menarik selimut dari untanya dan berlindung rapat-rapat di balik pakaian dan selimutnya. Angin Bahorok pun gagal memengaruhi sang musafir membuka bajunya.
Kacang Lupa Pada Kulitnya
ALKISAH, ketika tanaman kacang mulai menunjukkan buahnya di dalam tanah, sang biji memohon kepada sang induk supaya ia ditemani saat keluar karena jika ia keluar sendiri, ia akan kedinginan, takut dan gelap. Sang induk (batang) mengabulkan permintaan biji. Maka, dibuatlah kulit yang membungkus biji tersebut agar aman dari tekanan tanah maupun serangga tanah yang kerapkali menghancurkan biji kacang tersebut.
Begitu sang biji mulai keluar, ia mendapati dirinya dalam dekapan yang hangat dan terlindung. Suasana takut yang dibayangkan ternyata berbanding terbalik dengan kenyataan yang ada. Sebuah cangkang yang lebih besar dari tubuhnya telah melingkupi dan membungkusnya sedemikian rupa. Inilah yang membuat dia tetap hangat dan terus tumbuh menjadi biji yang matang tanpa gangguan apa pun. Sementara si kulit (cangkang) terus menerus menahan dingin dari tekanan tanah untuk melindungi si biji.
Cara Mancingnya Nelayan Jepang
Orang Jepang sejak lama menyukai ikan segar. Tetapi tidak banyak ikan yang tersedia di perairan yang dekat dengan Jepang dalam beberapa dekade ini. Jadi untuk memberi makan populasi Jepang, kapal-kapal penangkap ikan bertambah lebih besar dari sebelumnya.
Semakin jauh para nelayan pergi, semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk membawa hasil tangkapan itu ke daratan. Jika perjalanan pulang pencapai beberapa hari, ikan tersebut tidak segar lagi. Orang Jepang tidak menyukai rasanya.
Untuk mengatasi masalah ini, perusahaan perikanan memasang freezer di kapal mereka. Mereka akan menangkap ikan dan langsung membekukannya di laut. Freezer memungkinkan kapal-kapal nelayan untuk pergi semakin jauh dan lama. Namun, orang Jepang dapat merasakan perbedaan rasa antara ikan segar dan beku, dan mereka tidak menyukai ikan beku. Read more »
Belalang dan Anjing
Di suatu hutan, hiduplah seekor belalang muda yang cerdik. Belalang muda ini adalah belalang yang lompatannya paling tinggi diantara sesama belalang yang lainnya. Belalang muda ini sangat membanggakan kemampuan lompatannya ini. Sehari-harinya belalang tersebut melompat dari atas tanah ke dahan-dahan pohon yang tinggi, dan kemudian makan daun-daunan yang ada di atas pohon tersebut. Dari atas pohon tersebut belalang dapat melihat satu desa di kejauhan yang kelihatannya indah dan sejuk. Timbul satu keinginan di dalam hatinya untuk suatu saat dapat pergi kesana. Suatu hari, saat yang dinantikan itu tibalah. Teman setianya, seekor burung merpati, mengajaknya untuk terbang dan pergi ke desa tersebut. Dengan semangat yang meluap-luap, kedua binatang itu pergi bersama ke desa tersebut. Setelah mendarat mereka mulai berjalan-jalan melihat keindahan desa itu. Akhirnya mereka sampai di suatu taman yang indah berpagar tinggi, yang dijaga oleh seekor anjing besar.
Belalang itu bertanya kepada anjing, “Siapakah kamu, dan apa yang kamu lakukan disini?” “Aku adalah anjing penjaga taman ini. Aku dipilih oleh majikanku karena aku adalah anjing terbaik di desa ini” jawab anjing dengan sombongnya. Mendengar perkataan si anjing, panaslah hati belalang muda. Dia lalu berkata lagi “Hmm, tidak semua binatang bisa kau kalahkan. Aku menantangmu untuk membuktikan bahwa aku bisa mengalahkanmu. Aku menantangmu untuk bertanding melompat, siapakah yang paling tinggi diantara kita”. “Baik”, jawab si anjing. “Di depan sana ada pagar yang tinggi. Mari kita bertanding, siapakah yang bisa melompati pagar tersebut”. Read more »
Comments (2)
Comments (3)
Comments (7)


